Kenangan-Kenanganku di Malaya

by

54 min read
Rate this book:
216 pages 2022

About This Book

Buya Hamka adalah ulama, sastrawan, politikus, pahlawan nasional Indonesia dan Ketua Majelis Ulama Indonesia pertama. Buya Hamka merupakan tokoh Indonesia yang fenomenal karena dia terkenal di dalam dan luar negeri. Dalam 73 tahun usianya, Buya Hamka telah menulis 90-an buku. Pemikiran dan karya-karyanya fenomenal dan terkenal sepanjang zaman, antara lain Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Kakbah, dan Tafsir al-Azhar.

Bagi Buya Hamka bangsa Melayu ialah mereka yang berbicara bahasa Melayu. Melayu merupakan salah satu kelompok etnis Austonesia yang menempati pesisir timur Sumatra, Semenanjung Malaka dan beberapa wilayah di Kalimantan. Buku Kenang-Kenanganku di Malaya sangat kental membicarakan dua negara Malaya dan Indonesia sebagai bagian dari rumpun Melayu.

Kenang-Kenanganku di Malaya merupakan buku yang ditulis secara khusus oleh Buya Hamka sebagai salah satu manifestasi rasa cintanya terhadap Malaya. Cinta yang Hamka tuturkan sebagai cinta yang tulus dan sejati, yang tidak meminta balasan, dan rasa cinta yang sama sebagaimana rasa cintanya kepada Indonesia.



Perkara utama yang muncul dalam buku karya Buya Hamka adalah:

• pokok tentang kebangsaan, bukan kisah pengembara semata

• sorotan Buya Hamka tentang bahasa Melayu sebagai akar rumpun bahasa Indonesia dan Malaya

• kejayaan sekaligus dedikasi manusia atas sikap loba dan nafsu dunia, sikap adu domba yang memecah belah persatuan bangsa

• perjuangan kerajaan-kerajaan Nusantara dalam melawan penjajahan

Lebih dari sekadar cerita perjalanan, buku ini merupakan bacaan pembangun jiwa dari seseorang guru bangsa. Buku ini banyak memuat informasi yang dikemas dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Buy This Book

As an Amazon Associate and Bookshop.org affiliate, BookOrb earns from qualifying purchases.

Write a Review

Sign in to write a review.