Perempuan Pemanggul Jenazah
18 min read
Rate this book:
About This Book
“Dewi Sekar Atisaya akan melewati desa ini. Ia datang sambil menebarkan aroma bunga di depannya, tapi meninggalkan bau bangkai di belakangnya. Tutup hidung kita, jangan sampai aroma itu terhirup. Kita bisa gila karenanya. Jangan pula coba-coba mengikutinya karena kita akan mati. Sebab seribu tumbak di belakangnya ada malaikat pencabut nyawa yang bisa menarik jiwa manusia hanya dengan satu entakan.”
Demikian cerita itu terus beredar dari mulut ke telinga. Selama tiga hari aku ada di desa ini, nama Dewi Sekar Atisaya—putri Pangeran Indrawardhana dan Ratu Saridyanti, penguasa Pamunjungan Bwanakerta—terus bergema. Aku jadi bertanya-tanya, seperti apa rupanya?
Seorang penulis cerita tiba di satu desa dan mendengar cerita seperti itu. Ia penasaran, semengerikan apa sosok Dewi Sekar Atisaya itu sebenarnya? Untuk memperoleh jawabannya dia harus menunggu, dan mencegat sosok itu sebelum masuk ke padang pasir tak bertuan, yang memisahkan kehidupan dan kematian.
Demikian cerita itu terus beredar dari mulut ke telinga. Selama tiga hari aku ada di desa ini, nama Dewi Sekar Atisaya—putri Pangeran Indrawardhana dan Ratu Saridyanti, penguasa Pamunjungan Bwanakerta—terus bergema. Aku jadi bertanya-tanya, seperti apa rupanya?
Seorang penulis cerita tiba di satu desa dan mendengar cerita seperti itu. Ia penasaran, semengerikan apa sosok Dewi Sekar Atisaya itu sebenarnya? Untuk memperoleh jawabannya dia harus menunggu, dan mencegat sosok itu sebelum masuk ke padang pasir tak bertuan, yang memisahkan kehidupan dan kematian.
Buy This Book
As an Amazon Associate and Bookshop.org affiliate, BookOrb earns from qualifying purchases.
Write a Review
Sign in to write a review.