GERBANG GATRA - Membangun Otonomi Manusia
Rate this book:
About This Book
GERBANG GATRA adalah sebuah
Gprogram prorakyat yang menempatkan manusia sebagai
titik pangkal untuk mengatasi berbagai
persoalan yang dihadapi. Program ini
menyasar para kepala keluarga, karena
penyelesaian berbagia masalah diyakini
sepatutnya dimulai dari dalam rumah
tangga, kemudian merambat ke
lingkungan terkecil sampai ke cakupan
yang paling luas.
Hanya , peme r int ah Kabupa t en
Mamberamo Raya menyadari bahwa
manusia Mamberamo Raya pada
umumnya belum berdaya, akibat
berbagai keterbatasan, baik internal
maupun pengaruh eksternal. Karena itu,
diperlukan program yang bisa
merangsang semangat partisipasi
mereka, keluar dari berbagai persoalan
yang membelenggu.
Pilihan kebijaksanaan yang dinilai
s ebaga i oba t muj a r ab ada l ah,
menggelontorkan dana bantuan sebesar
Rp10.000.000, kepada 5.027 kepala
rumh tangga. Dana stimulan ini akan
diberikan setiap tahun untuk usaha
ekonomi produktif, bukan untuk
kegiatan konsumtif.
Untuk kepentingan pemanfaatan dana
sesuai tujuan, yakni mewujudkan
kesejahteraan rakyat Mamberamo Raya
mulai dari rumah tangga masingmasing,
maka pemerintah daerah akan
menyiapkan tenaga pembimbing atau
penyuluh yang menetap purnawaktu di
s e t i a p k a m p u n g . P a r a
pembimbing/penyuluh ini, akan
memberikan pendampingan teknis
terhadap kepala keluarga yang
mengembangkan usaha ekonomi
produktif tertentu.
Untuk itu, pemerintah daerah pun harus
mengalokasikan dana pada pos lain
untuk membangun “penginapan” bagi
para pendamping di 59 kampung.
Pemberian dana bantuan kepada
masing-masing kepala keluarga (KK)
bisa disebut sebagai kapitalisasi
manusia (Memodali masyarakat),
sehingga akan ada dana segera sebanyak
Rp 50.000.000.000, mengalir dalam
masyarakat di Mamberamo Raya.
Dalam teori ekonomi, perkembangan
suatu daerah antara lain dipicu oleh
jumlah atau volume uang yang beredar
di dalam masyarakat. Dana bantuan
tersebut, diterima oleh 5.027 KK dan
dipastikan akan beredar di masyarakat
Mamb e r amo Ra y a , s e h i n g g a
memungkinkan ekonomi skala mikro
berkembang.
Bantuan langsung kepada rakyat ini,
bisa disebut sebagai sebuah tindakan
keberpihakan atau “affirmative action”
bagi rakyat Papua yang paling nyata di
era Otsus, karena sebagian besar dari
kepala rumah tangga miskin di
Mamberamo Raya yang menjadi sasaran
bantuan adalah orang asli Papua.
Gprogram prorakyat yang menempatkan manusia sebagai
titik pangkal untuk mengatasi berbagai
persoalan yang dihadapi. Program ini
menyasar para kepala keluarga, karena
penyelesaian berbagia masalah diyakini
sepatutnya dimulai dari dalam rumah
tangga, kemudian merambat ke
lingkungan terkecil sampai ke cakupan
yang paling luas.
Hanya , peme r int ah Kabupa t en
Mamberamo Raya menyadari bahwa
manusia Mamberamo Raya pada
umumnya belum berdaya, akibat
berbagai keterbatasan, baik internal
maupun pengaruh eksternal. Karena itu,
diperlukan program yang bisa
merangsang semangat partisipasi
mereka, keluar dari berbagai persoalan
yang membelenggu.
Pilihan kebijaksanaan yang dinilai
s ebaga i oba t muj a r ab ada l ah,
menggelontorkan dana bantuan sebesar
Rp10.000.000, kepada 5.027 kepala
rumh tangga. Dana stimulan ini akan
diberikan setiap tahun untuk usaha
ekonomi produktif, bukan untuk
kegiatan konsumtif.
Untuk kepentingan pemanfaatan dana
sesuai tujuan, yakni mewujudkan
kesejahteraan rakyat Mamberamo Raya
mulai dari rumah tangga masingmasing,
maka pemerintah daerah akan
menyiapkan tenaga pembimbing atau
penyuluh yang menetap purnawaktu di
s e t i a p k a m p u n g . P a r a
pembimbing/penyuluh ini, akan
memberikan pendampingan teknis
terhadap kepala keluarga yang
mengembangkan usaha ekonomi
produktif tertentu.
Untuk itu, pemerintah daerah pun harus
mengalokasikan dana pada pos lain
untuk membangun “penginapan” bagi
para pendamping di 59 kampung.
Pemberian dana bantuan kepada
masing-masing kepala keluarga (KK)
bisa disebut sebagai kapitalisasi
manusia (Memodali masyarakat),
sehingga akan ada dana segera sebanyak
Rp 50.000.000.000, mengalir dalam
masyarakat di Mamberamo Raya.
Dalam teori ekonomi, perkembangan
suatu daerah antara lain dipicu oleh
jumlah atau volume uang yang beredar
di dalam masyarakat. Dana bantuan
tersebut, diterima oleh 5.027 KK dan
dipastikan akan beredar di masyarakat
Mamb e r amo Ra y a , s e h i n g g a
memungkinkan ekonomi skala mikro
berkembang.
Bantuan langsung kepada rakyat ini,
bisa disebut sebagai sebuah tindakan
keberpihakan atau “affirmative action”
bagi rakyat Papua yang paling nyata di
era Otsus, karena sebagian besar dari
kepala rumah tangga miskin di
Mamberamo Raya yang menjadi sasaran
bantuan adalah orang asli Papua.
Buy This Book
As an Amazon Associate and Bookshop.org affiliate, BookOrb earns from qualifying purchases.
Write a Review
Sign in to write a review.