Biography

Puji Santosa lahir di kota Madiun, Jawa Timur, 11 Juni 1961 adalah peneliti utama bidang sastra pada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Surat Keputusan sebagai peneliti utama bidang sastra disahkan oleh pejabat negara (IV-D, PAK LIPI 1.114,60 ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, pada 26 November 2010; IV-E, PAK LIPI 1.294,10 ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA., pada 17 Februari 2014; IV-E Maintenance, PAK LIPI 1.319,10 ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, Ph.D., pada 18 November 2014). Sejak 1 April 2009 dipercaya sebagai Koordinator Jabatan Fungsional (KJF) Peneliti dan sekaligus sebagai Ketua Tim Penilai Peneliti Unit Kerja (TP2U) di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun 2015 Puji Santosa ikut serta menjadi anggota Tim Penilai Peneliti Instansi (TP2I) Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peneliti aktif ini pernah menjadi anggota dan pengurus HISKI (Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia), anggota HPBI (Himpunan Pembina Bahasa Indonesia), dan anggota MLI (Masyarakat Linguistik Indonesia) Cabang Komisariat Pusat Bahasa, serta anggota dan pengurus Pangestu (Paguyuban Ngesti Tunggal) Ranting Rahayu Madiun (1986—1988), Cabang Jakarta I (1988—1999), Ranting Bekasi (1998—sekarang), anggota Pengurus Pusat (2002—2006; 2010—2015), dan Wakil Koordinator Wilayah Kalimantan (2006—2008).
Beliau pernah juga bertugas di Kalimantan Tengah, Palangkaraya, selama 27 bulan (September 2006—Desember 2008) dengan aktif menggalang kerja sama kebahasaan dan kesusastraan dengan berbagai institusi, terutama dengan pemerintah daerah: provinsi, kota, dan kabupaten, media massa, dan MGMP Bahasa Indonesia SLTP dan SLTA kota Palangkaraya. Pendidikan S-1-nya dari Fakultas Sastra Uni¬ver¬sitas Sebelas Maret Surakarta (1986). Pendidikan tambahan di¬tem¬puh dengan berbagai penataran kebahasaan dan kesusastraan yang diselenggarakan oleh Pusat Bahasa dan Direktorat Jenderal Kebudayaan (1988--1998) meliputi: (1) Penataran Ejaan Bahasa Indonesia, (2) Penataran Penelitian Sastra Tahap I dan II, (3) Penataran Penelitian Sejarah Sastra, dan (4) Penataran Penyuntingan Bahasa. Pendidikan S-2-nya (Magister Huma¬nio¬ra) dari Program Pascasarjana, Fakultas Ilmu Pengetahuan Bu¬daya, Universitas Indonesia (2002).
Kariernya dimulai ketika mahasiswa dengan mengajar pada Bim¬bingan Tes Masuk Perguruan Tinggi "Gemini Studi Club" Surakarta (1983--1985), Guru SMP Tunas Pembangunan Madiun (1984--1985), Dosen IKIP PGRI Madiun (1986--1988), Tutor Bahasa Indonesia pada Program Penyetaraan D-II Guru-Guru Sekolah Dasar, Universitas Terbuka, Jakarta (1994), dosen Jurusan Sastra Indonesia dan Sastra Jepang pada Fakultas Sastra Universitas Nasional, Jakarta (2002–2006), dosen bahasa pemerintahan pada Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) Jakarta (2004–2006, 2009—sekarang), penulis modul, korektor, dan tutor PGSD S-1 Universitas Terbuka untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Banten (2003—2006). Selain itu, dia sering diundang untuk mengajar tentang penelitian, penulisan karya tulis ilmiah, bahasa jurnal ilmiah, penulisan kreatif cerita pendek, penulisan puisi, penulisan cerita anak, motivasi menulis, konsultan peneliti, juri sayembara dan festival musikalisasi puisi, serta bedah buku, oleh: (1) Litbang Departemen Agama, (2) Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), (3) Politeknik Departemen Kesehatan Jakarta III, (4) Departemen Kelautan dan Perikanan, (5) Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, (6) Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, (7) Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, (8) Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, (9) Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, (10) Balai Bahasa Provinsi Riau, dan (11) Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Beliau juga memberi bimbingan penyusunan DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit) bagi peneliti di lingkungan Badan Bahasa (2013) untuk wilayah Barat di Kantor Bahasa Provinsi Jambi, untuk wilayah Tengah di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, dan untuk wilayah Timur di Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah. Sebagai anggota TP2I, Puji Santosa pun memberi pembinaan peneliti pada Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk wilayah Sumatera Utara bagi tenaga peneliti pada Balai Arkeologi dan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (2015). Sejak 1 Maret 1988 hingga kini bekerja pada (yang dahulu disebut) Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai staf Bidang Perkamusan dan Peristilahan (1 Maret—31 Agustus 1988), staf Peneliti Bidang Sastra Indonesia dan Daerah (1 September 1988—28 Februari 2006), staf Kodifikasi dan Pembakuan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah (1 Maret—30 September 2006), menjabat sebagai Pelaksana Harian Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah di Palangkaraya (1 Oktober 2006—10 Desember 2008), Ketua Tim Penilai Peneliti Unit-Instansi (TP2U) bagi Tenaga Fungsional Peneliti (sejak 1 Februari 2009 hingga kini), dan Koordinator Jabatan Fungsional (KJF) Peneliti, Arsiparis, dan Pustakawan di lingkungan Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2009—sekarang).
Sejak duduk di bangku sekolah menengah dia telah gemar menulis "roman sacuwil" (cerpen remaja) dan cerita "taman putra" (cerita anak) pada majalah berbahasa Jawa, Jaya Baya (Surabaya). Kemudian tulisannya merambah ke surat kabar nasional dan daerah lain, seperti Berita Buana, Terbit, Sinar Pagi Minggu, Merdeka, Pelita, Dayak Pos, Kalteng Pos, Borneo News, Radar Banjarmasin, Jurnal Nasional, dan Jayakarta. Majalah dan buletin juga dirambah tulisannya, antara lain, Cakrawala (IKIP PGRI Madiun), MIBAS, Akademika, dan Kajian Linguistik dan Sastra (Universitas Muhammadiyah Surakarta), Fenomena/Fenolingua (Universitas Widyadharma Klaten), Semiotika (Fakultas Sastra Universitas Negeri Jember), Gema Panca Marga (Pemuda Pangestu Yogyakarta), Suar Betang (Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah), LOA (Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur), Widyaparwa (Balai Bahasa Yogyakarta), Kandai (Balai Bahasa Sula-wesi Tenggara), Sewerigading (Balai Bahasa Sulawesi Selatan), Salingka (Balai Bahasa Sumatera Barat), Jembatan Merah (Balai Bahasa Jawa Timur), Jurnal Bahasa dan Sastra (FPBS Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung), Meta Sastra (Balai Bahasa Bandung), Bahasa dan Sastra (Jakarta), Atavisme (Jakarta, Surabaya), Tiara Bahasa, Horison, Kakilangit, Kebudayaan, Dwija Wara, Sawo Manila (Jakarta), Bahana dan Pangsura (Brunei Darussalam). Sejak tahun 2014 Puji Santosa tercatat pula sebagai mitra bestari jurnal Salingka (Padang) dan mulai tahun 2015 sebagai mitra bestrai jurnal Aksara (Denpasar). Dia pernah mendapat penghargaan Juara III Lomba Penulisan Esai Hari Kesaktian Pancasila, diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Departe¬men Pendidikan dan Kebudayaan (1996), serta Bintang Budaya dan Piagam Budaya Jawa dari Pusat Lembaga Kebudayaan Jawi Surakarta (2005) sebagai sastrawan.
Kegiatan ilmiah yang dilakukan beliau, antara lain, tercatat beberapa kali sebagai pemakalah dalam kongres bahasa dan budaya (Jawa, Madura, Indonesia, Kebudayaan Jawa), pertemuan ilmiah HISKI, seminar nasional bahasa HPBI, seminar serumpun Melayu, dan pertemuan ilmiah lainnya. Negara yang pernah dikunjunginya adalah Singapura, Malaysia melalui perbatasan Entikong, Kalimantan Barat, dan Papua Nugini melalui perbatasan Jayapura, Papua. Tiga kali mendapatkan dana hibah penelitian dari Kementerian Negara Riset dan Terknologi (tahun 2009 untuk penelitian bahasa dan sastra Kafoa, di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur; tahun 2011 untuk penelitian puisi-puisi lingkungan hidup, dan tahun 2012 untuk penelitian puisi-puisi promosi kepariwisataan Indonesia). Memberikan kuliah umum metode penelitian sastra pada Universitas Muhammadiyah Surakarta (2013), sikap positif berbahasa Indonesia pada Program Studi S-2 Linguistik Universitas Muslim Nusantara Alwashiliyah Medan (2014), dan Metode Penelitian Sastra di Kalimantan pada Universitas Balikpapan (2015).
Buku-buku yang ditulis sendiri, antara lain, (1) Teori Sastra (IKIP PGRI Madiun, 1986), (2) Ancangan Semiotika dan Pengkajian Susastra (Bandung: Angkasa, 1993), (3) Kisah Syeh Mardan (Jakarta: Pusat Bahasa, 1995), (4) Pengetahuan dan Apresiasi Sastra dalam Tanya-Jawab (Ende-Flores: Nusa Indah, 1996), (5) Bahtera Kandas di Bukit: Kajian Semiotika Sajak-sajak Nuh (Surakarta: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2003), (6) Pandangan Dunia Darmanto Jatman (Jakarta: Pusat Bahasa, 2006), (7) Menggapai Singgasana (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008), (8) Kekuasan Zaman Edan Derajat Negara Tampak Sunya-ruri (Yogyakarta: Pararaton, 2010), (9) Sang Paramarta (Kumpulan Puisi, Yogyakarta: Azzagrafika, 2014), (10) Adedamar Wahyu (Pustaka Puisi Falsafah Budaya Jawa, Yogyakarta: Azzagrafika, 2015), dan (11) Metodologi Penelitian Sastra: Paradigma, Proposal, Pelaporan, dan Penerapan (Yogyakarta: Azzagrafika, 2015).
Buku ditulis bersama (tim), antara lain: (1) Panduan Belajar Bahasa Indonesia SMP (serial 6 jilid, Yudhistira, Jakarta, 1991), (2) Terampil Berbahasa Indonesia SMP (serial 6 jilid, Mitra Gama, Yogyakarta, 2000), (3) Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD (modul UT, 2003), (4) Citra Manusia dalam Drama Indonesia Modern 1920—1960 (Pusat Bahasa,1993), (5) Citra Manusia dalam Drama Indonesia Modern 1960—1980 (Pusat Bahasa,1998), (6) Struktur Sajak-sajak Abdul Hadi W.M. (Pusat Bahasa, 1996), (7) Analisis Sajak-Sajak J.E. Tatengkeng (Pusat Bahasa, 1995), (8) Soneta Indonesia: Analisis Struktur dan Tematik (Pusat Bahasa, 1996), (9) Unsur Erotisme dalam Cerita Pendek Tahun 1950-an (Pusat Bahasa, 1998), (10) Drama Indonesia Modern dalam Majalah Indonesia, Siasat, dan Zaman Baru 1945--1965: Analisis Tema dan Amanat Disertai Ringkasan dan Ulasan (Pusat Bahasa, 2003), (11) Sastra Keagamaan dalam Perkembangan Sastra Indonesia: Puisi 1946—1965 (Pusat Bahasa, 2004), (12) Pandangan Dunia Motinggo Busye (Kantor Bahasa Provinsi Lampung, 2008), (13) Kritik Sastra: Teori, Metodologi, dan Aplikasi (Elmatera Publishing: Yogyakar¬ta, 2009), (14) Estetika: Sastra, Sastrawan, dan Negara (Pararaton:Yogyakarta, 2009), (15) Struktur dan Nilai Mitologi Melayu dalam Puisi Indonesia Modern. (Yogyakarta: Elmatera Publishing, 2010), (16) Sastra dan Mitologi: Telaah Dunia Wayang dalam Sastra Indonesia (Yogya-karta: Elmatera Publishing, 2010), (17) Dunia Kesusastraan Nasjah Djamin dalam Novel Malam Kuala Lumpur (Yogyakarta: Elmatera Publishing, 2011), (18) Manusia, Puisi, dan Kesadaran Lingkungan (Yogyakarta: Elmatera Publishing, 2011), (19) Merajut Kearifan Budaya: Analisis Kepenyairan Darmanto Jatman (Elmatera Publishing, Yogyakarta, 2012), (20) Struktur Tematik Puisi-Puisi Mimbar Indonesia (Elmatera Publishing, Yogyakarta, 2012), (21) Puisi Promosi Kepariwisataan (Elmatera Publishing, Yogyakarta, 2013), (22) Dunia Kepenyairan Sapardi Djoko Damono (Elmatera Publishing, Yogyakarta, 2013), (23) Peran Horison Sebagai Majalah Sastra (Elmatera Publishing, Yogyakarta, 2013), (24) Kritik Sastra Tempatan (Elmatera Publishing, Yogyakarta, 2014), (25) Apresiasi Sastra Disertai Ulasan Karya, Proses Kreatif, dan Riwayat Sastrawan (Elmatera Publishing, Yogyakarta, 2014), (26) Mengukur Kesesuaian Sastra Pada Siswa Sekolah Menengah (Elmatera Publishing, Yogyakarta, 2015), dan (27) Strategi Pembelajaran Sastra Pada Era Globalisasi (Yogyakarta: Azzagrafika, 2015).
Beberapa artikelnya dimuat dalam buku antologi, antara lain, (1) Dendy Sugono dan Suladi (2000) Kiprah HPBI 2000: Bahasa Indonesia, Negara, dan Era Globalisasi (Jakarta: HPBI Pusat), (2) Sudiro Satoto dan Zainuddin Fanani (2000) Sastra: Ideologi, Politik, dan Kekuasaan (Surakarta: Muhammadiyah University Press), (3) Sujarwanto dan Jabrohim (2002) Bahasa dan Sastra Indonesia Menuju Peran Transformasi Sosial Budaya Abad XXI (Yogyakarta: Gama Media dan Universitas Ahmad Dahlan), (4) B. Trisman (et al., 2003) Antologi Esai Sastra Bandingan dalam Sastra Indonesia Modern (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia), (5) T. Christomy dan Untung Yuwono (2004) Semiotika Budaya (Depok: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia), (6) Ibnu Wahyudi (2004) Menyoal Sastra Marginal (Jakarta: Wedatama Widya Sastra bekerja sama dengan Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia Pusat), dan (7) dalam Abdul Hadi W.M. et al (2010) Kakawin dan Hikayat: Refleksi Sastra Nusantara 3 (Jakarta, Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional).
Puisi-puisi karya Puji Santosa pernah dibicarakan oleh Slamet Sukirnanto pada acara Dialog Penyair Jakarta (7—8 November 1989) di Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM). Makalah Slamet Sukirnanto yang mengulas sajak-sajak Puji Santosa itu kemudian dimuat di harian Berita Buana, 28 November 1989. Yan Mujiyanto pun pernah mengulas sajak-sajak Puji Santosa dalam Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, 9—10 Oktober 2001, dan dibukukan dalam Bahasa dan Sastra Indonesia Menuju Peran Transformasi Sosial Budaya Abad XXI (editor Sujarwanto dan Jabrohim, Yogyakarta: Gama Media, 2001). Beberapa puisinya juga terkumpul dalam Dialog Penyair Jakarta (Dewan Kesenian Jakarta, 1989) dan Konstruksi Jejak (Taman Budaya Surakarta, 2011).